Cara Membuat Anak Mau Mendengarkan Tanpa Harus Mengulang Berkali-Kali
Sering mengulang instruksi tetapi anak tetap tidak mendengarkan? Coba 6 cara sederhana ini agar anak lebih fokus dan mau bekerja sama tanpa teriakan.
Pernah merasa sudah memanggil anak berkali-kali, tetapi responsnya tetap tidak ada?
“Mama sudah bilang tiga kali, lho.”
“Kenapa sih harus diulang terus?”
Situasi seperti ini sangat umum terjadi, terutama pada anak usia 2–6 tahun. Bukan selalu karena anak sengaja mengabaikan kita. Terkadang mereka memang sedang fokus pada aktivitasnya, menerima terlalu banyak instruksi sekaligus, atau belum benar-benar memahami apa yang kita minta.
Kabar baiknya, ada beberapa cara sederhana yang bisa membantu anak lebih mudah mendengarkan.
1. Jangan Memberi Terlalu Banyak Instruksi Sekaligus
Saat Mama berkata:
“Matikan TV, ambil sikat gigi, pakai piyama, lalu rapikan mainan.”
Kemungkinan besar anak hanya mengingat satu atau dua instruksi pertama.
Coba pecah menjadi langkah yang lebih kecil.
Misalnya:
“Setelah kartunnya selesai, kita matikan TV dulu ya.”
Setelah itu baru lanjut ke instruksi berikutnya.
2. Sampaikan Pesan dengan Singkat dan Jelas
Semakin panjang penjelasan, semakin besar kemungkinan anak kehilangan fokus.
Daripada berkata:
“Nanti di taman kamu mau main perosotan kan? Jadi sekarang harus ganti sandal dulu supaya lebih nyaman.”
Coba langsung:
“Ayo pakai sepatu sekarang. Kita mau ke taman.”
Instruksi yang jelas lebih mudah dipahami anak.
3. Dekati Anak Sebelum Berbicara
Kadang masalahnya bukan anak tidak mau mendengar.
Mereka hanya belum benar-benar memperhatikan.
Sebelum memberi arahan:
– Dekati anak
– Tatap matanya
– Sentuh bahunya dengan lembut
– Pastikan mereka melihat Mama
Baru setelah itu sampaikan instruksi.
4. Hindari Mengulang Terlalu Banyak Kali
Jika setiap instruksi selalu diulang lima sampai enam kali, anak bisa terbiasa menunggu sampai panggilan kelima sebelum bergerak.
Coba berikan instruksi dengan jelas.
Jika perlu, ulangi satu kali lagi.
Setelah itu, konsisten dengan konsekuensi yang sudah disepakati.
5. Jadikan Mendengarkan Sebagai Aktivitas Menyenangkan
Kemampuan mendengarkan juga bisa dilatih lewat bermain.
Contohnya:
– Mendengarkan suara burung saat jalan pagi
– Menebak suara benda di rumah
– Bermain aktivitas printable yang melibatkan instruksi sederhana
Selain melatih fokus, aktivitas seperti ini juga menjadi momen bonding yang menyenangkan.
6. Dengarkan Anak Seperti Kita Ingin Didengarkan
Anak belajar dari contoh.
Ketika Mama benar-benar mendengarkan cerita mereka, menatap mata mereka, dan memberikan perhatian penuh, anak akan belajar melakukan hal yang sama.
Kadang anak lebih mudah mendengarkan ketika mereka merasa dirinya juga didengar.
Tujuan utama bukan membuat anak selalu patuh.
Tujuannya adalah membangun komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak.
Saat anak merasa terhubung, dipahami, dan mendapatkan arahan yang jelas, mereka biasanya lebih mudah bekerja sama dibanding saat hanya menerima perintah sepanjang hari.
Karena sering kali, anak tidak membutuhkan suara yang lebih keras.
Mereka hanya membutuhkan cara komunikasi yang lebih mudah mereka pahami.
Kalau Mama ingin mendapatkan lebih banyak tips parenting, ide bermain tanpa gadget, printable edukatif, dan aktivitas bonding untuk anak usia 2–6 tahun, yuk gabung ke Channel WhatsApp Karpin. Di sana Mama bisa menemukan inspirasi bermain harian, printable gratis, dan informasi terbaru tentang aplikasi RUMA.
